Jumat, 09 Desember 2011

Antara AKU, KAMI dan eksistensi-NYA

ALLAH mengistilahkan diri-Nya kadang sebagai AKU dan kadang sebagai KAMI. AKU adalah eksistensiNYA sendirian dan KAMI adalah eksistensi-NYA yang meliputi segalanya. Dalam Al-Quran dikatakan "Sesungguhnya AKU adalah ALLAH", dan tidak dikatakan "Sesungguhnya KAMI adalah ALLAH."

Tapi dalam ayat lain dikatakan "Sesungguhnya KAMI yang menurunkan Al-Quran dan menjaganya", dan tidak dikatakan "Sesungguhnya AKU yang menurunkan Al-Quran dan menjaganya". Artinya, dengan menggunakan kata KAMI berarti ALLAH tengah menunjukkan keluasan kekuasaanNya dengan menyuruh para malaikat dan manusia untuk menjaga Al-Quran. Toh, karena Al-Quran itu untuk manusia dan alam semesta.

Mengapa harus demikian? Sebab, Makhluk berbeda dengan Kholik, tapi Kholik meliputi Makhluk. Malaikat pun adalah Makhluk. Jadi ketika Malaikat sedang bekerja berarti Kholik sedang bekerja. Walaupun sebenarnya Kholik bisa bekerja tanpa Makhluk, tapi Makhluk butuh Kehadiran Makhluk lainnya agar informasi yang disampaikan oleh Kholik bisa diterima, sebab bahasanya satu getaran, bahasa sesama makhluk.

Memangnya apa yang terjadi Kalau Kholik langsung kasih wahyu ke Makhluk, langsung kasih Rejeki ke Makhluk, langsung berbicara dengan Makhluk?

Maka makhluk bisa hancur karena ketidaksiapannya, sebagaimana Musa 'alaihis salam yang pingsan dan gunung tursina yang berhamburan. Maka Makhluk harus "tahu diri" bahwa dimensinya masih ZAHIR dan belum sampai BATHIN. Sedangkan KHOLIK itu MAHA ZAHIR sekaligus MAHA BATHIN. Artinya, sebetulnya KHOLIK siap bermain di wilayah dimensi manapun, tapi kebanyakan makhluk tidak siap menerima kehadiran Kholik jika bermain di wilayah BATHIN, kecuali makhluk yang sudah siap ZAHIR dan BATINnya, sebagaimana Rosulullah shallaahu 'alaihi wasallam.

Nah, untuk wilayah ZAHIR maka Allah utus Malaikat dan Para Nabi-Nya, agar makhluk bisa menerima informasi tentang-NYA dengan lebih baik. Itu sebabnya di Al-Quran dikatakan bahwa Allah itu ZAHIR (TERLIHAT) sekaligus BATHIN (TERSEMBUNYI).

"Dialah Yang Awal dan Yang Akhir Yang Zhahir dan Yang Bathin, dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu. Dialah yaang Awal dan Yang Akhir Yang Zahir dan Yang Bathin; dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu." (Q.S. 57:3)

Wallahu a'lam
KZ
www.cahaya-semesta.com