ALLAH mengistilahkan diri-Nya kadang sebagai AKU dan kadang sebagai
KAMI. AKU adalah eksistensiNYA sendirian dan KAMI adalah eksistensi-NYA
yang meliputi segalanya. Dalam Al-Quran dikatakan "Sesungguhnya AKU
adalah ALLAH", dan tidak dikatakan "Sesungguhnya KAMI adalah ALLAH."
Tapi dalam ayat lain dikatakan "Sesungguhnya KAMI yang menurunkan
Al-Quran dan menjaganya", dan tidak dikatakan "Sesungguhnya AKU yang
menurunkan Al-Quran dan menjaganya". Artinya, dengan menggunakan kata
KAMI berarti ALLAH tengah menunjukkan keluasan kekuasaanNya dengan
menyuruh para malaikat dan manusia untuk menjaga Al-Quran. Toh, karena
Al-Quran itu untuk manusia dan alam semesta.
Mengapa harus demikian? Sebab, Makhluk berbeda dengan Kholik, tapi
Kholik meliputi Makhluk. Malaikat pun adalah Makhluk. Jadi ketika
Malaikat sedang bekerja berarti Kholik sedang bekerja. Walaupun
sebenarnya Kholik bisa bekerja tanpa Makhluk, tapi Makhluk butuh
Kehadiran Makhluk lainnya agar informasi yang disampaikan oleh Kholik
bisa diterima, sebab bahasanya satu getaran, bahasa sesama makhluk.
Memangnya apa yang terjadi Kalau Kholik langsung kasih wahyu ke
Makhluk, langsung kasih Rejeki ke Makhluk, langsung berbicara dengan
Makhluk?
Maka makhluk bisa hancur karena ketidaksiapannya, sebagaimana Musa
'alaihis salam yang pingsan dan gunung tursina yang berhamburan. Maka
Makhluk harus "tahu diri" bahwa dimensinya masih ZAHIR dan belum sampai
BATHIN. Sedangkan KHOLIK itu MAHA ZAHIR sekaligus MAHA BATHIN.
Artinya, sebetulnya KHOLIK siap bermain di wilayah dimensi manapun,
tapi kebanyakan makhluk tidak siap menerima kehadiran Kholik jika
bermain di wilayah BATHIN, kecuali makhluk yang sudah siap ZAHIR dan
BATINnya, sebagaimana Rosulullah shallaahu 'alaihi wasallam.
Nah, untuk wilayah ZAHIR maka Allah utus Malaikat dan Para Nabi-Nya,
agar makhluk bisa menerima informasi tentang-NYA dengan lebih baik.
Itu sebabnya di Al-Quran dikatakan bahwa Allah itu ZAHIR (TERLIHAT)
sekaligus BATHIN (TERSEMBUNYI).
"Dialah Yang Awal dan Yang Akhir Yang Zhahir dan Yang Bathin, dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu. Dialah yaang Awal dan Yang Akhir Yang Zahir dan Yang Bathin; dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu." (Q.S. 57:3)
Wallahu a'lam
KZ
www.cahaya-semesta.com