“ Mempertahankan yang lama yang baik, dan mengambil yang baru yang lebih baik ”
Semenjak serangan teroris pada 11 September 2001 dan peristiwa pemboman di Indonesia yang terjadi secara beruntun dalam beberapa tahun terakhir ini, cap negatif bahwa “Islam Agama Pedang” dan “Agama Kekerasan” terlanjur dilekatkan. Hal demikian lantaran para pelaku serangan itu kebetulan beragama Islam. Namun benarkah demikian? Akankah agama ini menjadi momok yang perlu ditakuti umat agama lain?
Alih-alih Islam dianggap sebagai agama kekerasan dan momok yang musti ditakuti. Semenjak peristiwa serangan pemboman Gedung World Trade Centre (WTC) Amerika Serikat pada 11 September 2001 dan penghakiman Al-Qaeda sebagai otak serangan, justru banyak kalangan cerdik pandai di berbagai belahan dunia manapun berlomba-lomba untuk mempelajari agama ini.
Setelah melakukan penelahaan mendalam, sebagian besar kalangan intelektual itu bersepakat bahwa tidak benar agama itu mengajarkan kekerasan Dan memang, hampir semua ajaran agama dan kepercayaan apapun melarang keras cara-cara kekerasan pemeluknya dalam mencapai suatu tujuan tertentu.
